CONTOH PEMBUATAN MAKALAH

Diposting oleh Selamat datang di blog on Sabtu, 14 Februari 2015

Makalah, adalah karya tulis ilmiah yang membahas pokok masalah tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup tertentu. Makalah juga dapat diartikan sebagai karya akademis yang biasanya diterbitkan atau dipublikasikan pada jurnal yang bersifat ilmiah.

makalah juga dapat diartikan sebagai karya tulis yang membahas permasalahan tertentu dengan analisis yang logis dan objektif dan ditulis dengan
More aboutCONTOH PEMBUATAN MAKALAH

Next Generation Ekskavator Hitachi Beroda

Diposting oleh Selamat datang di blog on Rabu, 11 Februari 2015


Perbaikan besar untuk Next Generation Ekskavator Hitachi Beroda



The ZX190W-5


Generasi berikutnya dari model excavator Hitachi wheeled dari Hitachi Construction Machinery - Amerika, ZX190W-5 dan ZX230W-5, yang diluncurkan dengan sertifikasi EPA Interim Tier IV (IT4) / mesin EU Stage IIIB Isuzu, power mode buttons for three work modes, automatic exhaust filter cleaning, auto shutdown, an
More aboutNext Generation Ekskavator Hitachi Beroda

Kelompok Mineral Sulfida

Diposting oleh Selamat datang di blog on Selasa, 10 Februari 2015

Pendahuluan
Klasifikasi mineral berdasarkan Dana Classification membagi mineral menjadi beberapa kelompok sesuai dengan anion penyusun utamanya. Materi acara kali ini akan membicarakan tentang mineral sulfida dimana unsur S (sulfur) menjadi anion utamanya.

Pengertian
Kelompok sulfida atau sulfosalt merupakan kombinasi antara logam atau semi-logam dengan belerang (S), misalnya galena [PbS], pirit, proustit [Ag3AsS3], dll. Kelompok mineral ini dicirikan dengan adanya anion S2-. Pada umumnya unsur penyusunnya berupa unsur logam.
Mineral kelas sulfida ini juga termasuk mineral-mineral pembentuk bijih (ores). Dan oleh karena itu, mineral-mineral sulfida memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Khususnya karena unsur utamanya umumnya adalah logam. Pada industri logam, mineral-mineral sulfides tersebut akan diproses untuk memisahkan unsur logam dari sulfurnya. Contoh paling popular adalah pirit (FeS2).

Mineral lain yang berasosiasi dengan mineral sulfide karena proses pembentukannya menyerupai kelompok sulfide adalah arsenide (As-2), selenida (Se-2), fan telurida (Te-2), dimana ketiga unsur ini dapat pula menngantikan anion sulfide.
Sekitar 500 mineral merupakan sulfida dan mineral yang berkaitan dengannya. Sebagian besar merupakan sulfida logam dan semilogam, seperti pirit [FeS2], kalkopirit [CuFeS2], dan sfalerit [ZnS]. Mereka memiliki struktur Kristal yang tergantung pada radius ion dan jenis ikatan (yang berkisar dari ion logam hingga kovalen logam).
      .
Kelompok sulfida terbagi menjadi 2 kelompok kecil, yaitu:
1.       Tellurides, jika Tellurium menggantikan unsur Sulfur (S) sebagai anion mineral.
Contoh: Sylvanite (AuAgTe4)
2.       Arsenides, jika Arsenic menggantikan unsur Sulfur (S) sebagai anion mineral.
Contoh: Nickeline (NiAs), Smaltite [(Co,Ni)Ass], Chloantite [(Ni,Co)As2]

Pembentukan
Pada umumnya pembentukan mineral Sulfida terbentuk disekitar wilayah gunung api yang memiliki kandungan sulfur yang tinggi. Unsur utama yang bercampur dengan sulfur tersebut berasal dari magma, kemudian terkontaminasi oleh sulfur yang ada disekitarnya. Pembentukan mineralnya biasanya terjadi dibawah kondisi air tempat terendapnya unsur sulfur. Proses tersebut biasanya dikenal sebagai alterasi mineral dengan sifat pembentukan yang terkait dengan hidrotermal (air panas).

Larutan hidrotermal terbentuk pada fase akhir siklus pembekuan magma. Interaksi antara larutan hidrotermal dengan batuan yang dilewati akan menyebabkan terubahnya mineral-mineral penyusun batuan samping dan membentuk mineral alterasi. Larutan hidrotermal tersebut akan terendapkan pada suatu tempat membentuk mineralisasi. Alterasi terjadi akibat reaksi fluida dengan “wall rocks”.

Ciri-ciri
  • Mineral sulfida memiliki penciri berupa kilap logam, berat jenis tinggi, dan memiliki tingkat kekerasan yang rendah. Hal-hal tersebut berkaitan dengan unsur utamanya yang berupa logam. Namun beberapa mineral cenderung memiliki kekerasan rendah seperti Galena (PbS) dan Molybdenite (MoS2)
  • Kebanyakan mineral sulfide berada dalam system kubus, tetragonal, dan heksagonal, yang mencerminkan derajat kesimetrisan bangun kristalnya.
  • Sebgian mineral sulfide yang didominasi ikatan logam bersifat opak dengan kilap logam, warna yang khas, dan cerat berwarna kuat.
  • Mineral sulfide non-opak  cenderung memiliki indeks bias yang besar dan meneruskan cahaya pada tepi yang tipis.
  • Kebanyakan mineral sulfide bersifat lunak dan dapat menjadi konduktor listrik yang baik, yang mencerminkan kehadiran ikatan logam di dalam strukturnya.

Manfaat
Sulfida merupakan mineral yang sangat penting dalam industri dan merupakan bijih utama dari tembaga, seng, timbal, airraksa, bismut, kobal, arsen, antimon. nikel, dan logam bukan-besi yang lainnya. Misalnya Pirit (FeS2), meskipun pirit bukan merupakan bijih untuk diambil besinya, tetapi digunakan sebagai sumber asam sulfur.
Beberapa manfaat mineral sulfide tang lainnya adalah:
Galena (PbS)                     : Sumber utama bijih perak
Argentite (Ag2S)             : Sumber utama bijh perak
Kalkosit (Cu2S)                : Sumber utama bijih tembaga
Alabandite (MnS)            : Produk pembakaran
Sphalerite (ZnS)                              :  Sumber utama seng
Cinnabar (HgS)                : Sumber utama merkuri
Stibnite (Sb2S3)              : Pembuatan kabel, baterai timbel, cat, dan peralatan medis
                                               
Contoh Mineral Sulfida

 1.      Cobaltite (Co,Fe)AsS
Gambar 1. Hand Specimen Cobaltite
Warna                                                  : Silver, Putih
Cerat                                                    : Abu-abu, Hitam
Kilap                                                     : Logam
Kekerasan                                          : 5,5
Berat Jenis                                         : 6-6,3  
Derajat Ketransparanan               : Opaque
Belahan                                               : Sempurna
Pecahan                                              : Uneven
Sistem Kristal                                   : Tetrahedral
Gambar 2. Petrografi Cobaltite

Gambar 3. Sistem Kristal Cobaltite

Gambar  4. Ikatan Atom Cobaltite

Cobaltite ditemukan di endapan hydrothermal bertemperatur tinggi dan juga sebagai urat pada batuan metaamorf kontak. Mineral ini dapat diasosiasikan dengan magnetit, sphalerite, Kalkopirit, Titanit, dan Kalsit.

2.   Realgar AsS
Gambar 5. Hand Specimen Realgar
Warna                                                  : Merah, Kuning
Cerat                                                     : Merah, Kuning, Oren
Kilap                                                     : Resin
Kekerasan                                           : 1,5-2
Berat Jenis                                          : 3.5-3.6  
Derajat Ketransparanan                : Transparan ke Translusen
Belahan                                               :2 arah
Pecahan                                              : Konkoidal
Sistem Kristal                                   : Prismatik

Gambar 6. Petrografi Realgar

Gambar 7. Sistem Kristal Realgar
Gambar 8. Ikatan Atom Realgar


Realgar (AsS) ditemukan di lingkungan hydrothermal bertemperatur rendah dan juga ditemukan sekitar hot spring. Realgar diasosiasikan dengan Orpiment, Kalsit, Barit, dan Mineral Arsenik lainnya.



Daftar Pustaka:
Warmada, I Wayan, 2014. Kristalografi dan Mineral. Yogyakarta, Lab Bahan Galian, Jurusan Teknik Geologi FT-UGM.
Abdullah, Muhammad, dkk. 2011. Minerals of Hydrothermal and Fumarolic Systems. Yogyakarta; Program Studi Geofisika FMIPA UGM.
Ongki . 2012. Mineral Sulfida. [Internet] tersedia dalam: <http://ongkiboomy.blogspot.com/2012/10/mineral-sulfida_3277.html> [diakses pada 3 Februari 2015]
Yusuf . 2013. Golongan Mineral Sulfida. [Internet] tersedia dalam: <http://yusufprdpt.blogspot.com/2013/11/3-golongan-mineral-sulfida.html
 [diakses pada 3 Februari 2015]


More aboutKelompok Mineral Sulfida

Kelompok Native Element (Unsur Murni)

Diposting oleh Selamat datang di blog

Melanjutkan pembahasan yang sebelumnya, pada kesempatan kali ini kita akan sedikit membahas mengenai kelompok mineral native element, yang biasanya disingkan NE atau unsur murni, semoga dapat bermanfaat.
Pengertian
Native element atau unsur murni ini adalah kelas mineral yang dicirikan dengan hanya memiliki satu unsur atau komposisi kimia saja. Mineral pada kelas ini tidak mengandung unsur lain selain unsur pembentuk utamanya. Pada umumnya sifat dalam (tenacity) mineralnya adalah malleable yang jika ditempa dengan palu akan menjadi pipih, atau ductile yang jika ditarik akan dapat memanjang, namun tidak akan kembali lagi seperti semula jika dilepaskan.
Contoh mineral dari kelompok Native Element : emas (Au), perak (Ag), Platina (Pt), tembaga (Cu), bismuth (Bi), arsenic (As).

Kelas mineral ini terdiri dari dua bagian umum :
1.      Metal dan element intermetalic (logam). Contohnya emas , perak , dan tembaga.
2.      Semimetal dan non metal (bukan logam). Contohnya sulfur dan bismuth.

Sistem Kristal pada Native Elemen dapat dibagi menjadi 3 berdasarkan sifat mineral itu sendiri. Bila logam seperti emas, perak dan tembaga  maka sistem kristalnya adalah isometric. Jika bersifat semilogam seperti arsenic dan bismuth maka system kristalnya hexagonal. Dan jika unsur mineral tersebut non logam seperti sulfur maka sistem kristalnya dapat berbeda-beda.
Dalam grup Native Elemen ini juga termasuk natural alloys (campuran) seperti electrum, phosphides , silicides , nitrides, dan carbides.

Pembentukan
Unsur-unsur native elements jarang terdapat di permukaan ataupun didalam kerak bumi. Native elements ini bukan merupakan golongan pembentuk batuan (rock forming). Asal mula pembentukan mineral native element berkaitan dengan pengerasan atau pembentukan magma dengan reaksi kimia yang sekunder atau dengan reaksi-reaksi kimia yang bertemperatur dan memiliki tekanan yang tinggi.
Mineral golongan native elements ini biasanya terdiri hanya satu unsur saja, tetapi kadang-kadang terdapat juga campuran dari mineral lain yang jumlahnya sangat sedikit didalamnya. Unsur-unsur yang membentuk mineral golongan native element merupakan satu jenis unsur kimia saja tanpa berasosiasi dengan unsur yang lainnya. Mineral native elements ini sering dijumpai pada batuan beku dan sedimen atau juga batuan metamorf.

Ciri-ciri
Pada umumnya tenacity golongan mineral ini adalah malleable yang jika ditempa dengan palu akan menjadi pipih. Dan juga dapat bertenacity ductile yang jika ditarik akan dapat memanjang namun tidak akan kembali seperti semula jika dilepaskan. Pada umumnya berat jenis dari mineral-mineral ini tinggi yaitu berkisar antara 6 gr/cm3.

Manfaat
·         Bismuth, Kuarsa, Pirit           : Untuk bahan perhiasan.
·         Sulfur, besi                             : Bahan campuran logam
·         Prite,tembaga, perak             : obat-obatan, pupuk, kosmetik
·         Grafit                                      : Untuk pembuatan alat tulis.

Berikut ini contoh deskripsi dari mineral kelompok native element ( unsur murni)
Emas (Au)
 
Gambar 1. Hand Sample Emas
Warna                             :  Kuning, Kuning Keemasan
Goresan                          :  Kuning Keemasan
Kilap                                :  Logam
Belahan                           :  Tidak ada
Pecahan                          Hackly
Kekerasan                      :  2,5-3Skala Mohs
Sistem Kristal                :  Isometrik
Berat jenis                     : 15,2-19,3 gr/cm3

Gambar 2. Sistem Kristal Emas

Gambar 3. Petrografi Emas

Gambar 4. Struktur Atom Emas

Genesa                            :
Emas terbentuk di daerah hidrotermal sebagai endapan bijih yang berasosiasi dengan Pirit, Kalkopirit, Arsenopirit, Tourmaline, dan Kuarsa. Didunia emas banyak ditemukan di Afrika Selatan, Australia bagian Barat, Venezuela, Canada, dan Amerika Serikat (Alaska).
Kegunaan                       :
Emas digunakan sebagai perhiasan seperti cincin, kalung, dan lain sebagainya. Selain itu, emas juga biasanya digunakan sebagai barang komoditas yang harganya selalu naik.

Daftar Pustaka:
Abdullah, Muhammad, dkk. 2011. Minerals of Hydrothermal and Fumarolic Systems. Yogyakarta; Program Studi Geofisika FMIPA UGM.

Alfianto, Agung Dwi. 2013. Modul Praktikum Mineralogi 2013. Yogyakarta; Program Studi Geofisika FMIPA UGM.

Hertanto, Hendrik Boby. 2012. Praktikum Mineralogi. [Internet] tersedia dalam: <http://geoenviron.blogspot.com/2012/10/praktikum-mineralogy.html> [diakses pada 3 Februari 2015]

More aboutKelompok Native Element (Unsur Murni)

Mineral Ekonomis

Diposting oleh Selamat datang di blog

Kalau dulu kita sudah pernah membahas mengenai istilah-istilah dalam mineralogi serta klasifikasi Dana, sekarang akan membahas sedikit mengenai mineral ekomonis, semoga tulisan yang sedikit ini bisa bermanfaat bagi anda semua.
Pendahuluan
Mineral memiliki banyak manfaat dalam kehidupan. Secara langsung mineral – mineral yang memiliki nilai jual dapat langsung dimanfaatkan dan diambil melalui proses tambang. Di sisi lain, mineral berfungsi sebagai indikator yang dapat memberikan informasi di bidang eksplorasi minyak dan gas, serta geothermal.
Mineral ekonomis secara khusus dipelajari di bidang Geologi Ekonomi. Geologi ekonomi merupakan cabanga dari geologi yang berhubungan dengan material bumi yang dapat digunakan untuk tujuan ekonomi atau industri. Material tersebut mencakup logam mulia dan logam murni, mineral non logam, batu untuk konstruksi, mineral minyak bumi, batubara, dan air. Istilah ini umumnya mengacu pada endapan mineral logam dan sumber mineral.
Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Newmont_Mining_
Corporation#mediaviewer/File:Batu_Hijau_mine_ore_trucks.jpg

Mineral Bijih (Ores Mineral)
Bijih atau Ore adalah material/batuan yang terdiri dari gabungan mineral bijih dengan komponen lain (mineral non logam) yang dapat diambil satu atau lebih logam secara ekonomis. Apabila bijih yang diambil hanya satu jenis logam saja maka disebut single ore. Apabila yang bisa diambil lebih dari satu jenis bijih maka disebut complex-ore. Suatu endapan dikatakan bijih sebenarnya dilihat dari nilai ekonomisnya, bila harga pengolahan dan harga pasaran berfluktuasi, suatu saat endapan mineral dikatakan sebagai bijih dan di saat lain bukan lagi.
Bijih diekstraksi melalui penambangan, kemudian hasilnya dimurnikan lagi untuk mendapatkan unsur-unsur yang bernilai ekonomis. Mineral non logam yang dikandung oleh suatu bijih pada umumnya tidak menguntungkan bahkan biasanya hanya mengotori saja, sehingga sering dibuang. Mineral non logam tersebut disebut gangue mineral, sedangkan timbunan limbah hasil ekstraksi disebut tailing.
Bijih logam secara umum merupakan persenyawaan oksida, sulfida, silikat, atau logam murni, biasanya tidak berbentuk persenyawaan seperti emas melainkan terdapat mineral yang berasosiasi dengan mineral ekonomis tersebut. Bijih harus diolah untuk mengekstraksi logam-logam mineral bijih dari mineral asosiasi. Seperti Pirit (FeS2) yang berasosiasi dengan bijih emas, karena mengandung fragmen emas murni sebagai inklusi (refractory gold). Proses "pembentukan bijih" disebut sebagai ore genesis.
Penggolongan bijih menurut pembentukannya :
  1. Bijih primer (hipogen), yakni bijih yang diendapkan pada saat terjadinya proses pelogaman.
  2. Bijih sekunder (supergen), yakni bijih yang diendapkan sebagai akibat alterasi dari bijih primer, oleh proses pelapukan dari air permukaan yang meresap ke dalam tanah.
Proses Pembentukan Mineral Bijih
Kebanyakan bijih di dunia ini yang ditambang adalah berasal dari mineral bijih yang diendapkan oleh larutan hidrotermal. Larutan hidrotermal dapat berasal dari larutan pelepasan air yang terkandung dalam magma saat magma naik dan mendingin (Larutan Magmatik). Sumber lainnya berasal dari air meteoric atau air hujan yang masuk ke kerak bumi.
Sistem pembentukan mineralisasi dalam system hidrotermal secara umum terdiri dari endapan mineral tipe porfiri, mesotermal sampai epitermal (Corbett dan Leach, 1996)
1. Tipe porfiri terbentuk pada kedalaman lebih besar dari 1 km dan batuan induk berupa batuan intrusi
2. Tipe mesotermal terbentuk pada temperatur dan tekanan menengah
3. Tipe epitermal terbentuk di lingkungan dangkal dengan temperatur < 300oC, dan fluida hidrotermal diinterpretasikan bersumber dari fluida meteorik. Sistem ini umumnya mempunyai variasi endapan mineral bijih. Mineral bijih tersebut diantaranya timonidsulfat, arsenidsulfat, emas dan perak, stibnite, argentit, cinabar, elektrum, emas murni, perak murni, selenid, dan mengandung sedikit galena, spalerit, dan galena. Mineral penyerta terdiri dari.

Daftar Pustaka:
Abdullah, Muhammad, dkk. 2011. Minerals of Hydrothermal and Fumarolic Systems. Yogyakarta; Program Studi Geofisika FMIPA UGM.
Alfianto, Agung Dwi. 2013. Modul Praktikum Mineralogi 2013. Yogyakarta; Program Studi Geofisika FMIPA UGM.
Hertanto, Hendrik Boby. 2012. Praktikum Mineralogi. [Internet] tersedia dalam: <http://geoenviron.blogspot.com/2012/10/praktikum-mineralogy.html> [diakses pada 3 Februari 2015]
Anonim. 2011. Endapan Mineral Deposit. [Internet] tersedia dalam: <http://toba-geoscience.blogspot.com/2011/07/endapan-mineral-mineral-deposit.html> [diakses pada 3 Februari 2015]
Anonim. 2014. Geologi Ekonomi. [Internet] tersedia dalam: <http://id.wikipedia.org/wiki/Geologi_ekonomi> [diakses pada 3 Februari 2015]
Anonim. 2014. Geologi Ekonomi. [Internet] tersedia dalam: <https://tambangunhas.wordpress.com/tag/mineral-deposit/> [diakses pada 3 Februari 2015]
More aboutMineral Ekonomis

Pengertian Teknologi Informasi

Diposting oleh Selamat datang di blog on Senin, 02 Februari 2015

Pengertian teknologi berasal dari bahasa perancis yakni “la teknique” yang bisa disimpulkan dengan “semua sistem yang dikerjakan didalam usaha untuk mewujudkan suatu hal dengan rasional”.

Teknologi Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) merupakan istilah yang mencakup semua bentuk teknologi digunakan untuk membuat, menyimpan, pertukaran, dan
More aboutPengertian Teknologi Informasi

Cara Menghasilkan Uang dari Blog Sederhana

Diposting oleh Selamat datang di blog on Rabu, 28 Januari 2015



Salah satu cara sederhana menghasilkan uang dari blog, bisa dilakukan dengan mendaftarkan blog kita dan menjadi anggota penerbit (publisher) iklan dari pihak ketiga,
contoh: pemasang iklan > pihak ketiga > penerbit iklan.

Biasanya bagi hasil 60% untuk penerbit dan 40% untuk pihak ketiga, atau sebaliknya tergantung persyaratan dan ketentuan dari pihak ketiga.

Apabila Anda memiliki situs/blog
More aboutCara Menghasilkan Uang dari Blog Sederhana