Home » All posts
Download Peta Geologi Lembar Muaratewe
Diposting oleh Selamat datang di blog on Senin, 17 November 2014
More about → Download Peta Geologi Lembar Muaratewe
Label:
Peta Geologi
Download Peta Geologi Lembar Buntok
Diposting oleh Selamat datang di blog on Minggu, 16 November 2014
More about → Download Peta Geologi Lembar Buntok
Label:
Peta Geologi
Download Peta Geologi Lembar Palangka Raya
Diposting oleh Selamat datang di blog
More about → Download Peta Geologi Lembar Palangka Raya
Label:
Peta Geologi
MIT Mengembangkan Pengganti Platinum
Diposting oleh Selamat datang di blog
Platinum atau Platina merupakan suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Pt dan nomor atom 78. Sebuah logam transisi yang berat, "malleable", "ductile", berharga, berwarna putih-keabuan. Namanya berasal dari bahasa Spanyol "platina", yang secara harfiah diterjemahkan menjadi "little silver".
Platinum dilihat melalui mikroskop. Courtesy of Visual News.
Kekhawatiran
Label:
Techno
Klasifikasi Lipatan Billing (1986)
Diposting oleh Selamat datang di blog
Klasifikasi lipatan menurut Billing (1986) di dasarkan pada: Bentuk penampang tegak, Intensitas lipatan, Sifat lipatan dan kedalaman, dan Kedudukan axial surface dan hinge line. Berikut akan dijelaskan lebih rinci terkait klasifikasi lipatan tersebut:
More about → Klasifikasi Lipatan Billing (1986)
· A. Berdasarkan bentuk penampang tegak :
- Lipatan simetri :lipatan dimana axial plane-nya vertikal
- Lipatan asimetri :lipatan dimana axial plane-nya condong
- Overturned fold :lipatan dimana axial plane-nya condong dan kedua sayapnya miring ke arah yang sama dan biasanya pada sudut yang berbeda
- Recumbent fold :lipatan dimana axial plane-nya horizontal
- Vertical isoclinal fold :lipatan dimana axial plane-nya vertical
- Isoclined isoclinal fold :lipatan dimana axial plane-nya condong
- Recumbent isoclinal fold :lipatan dimana axial plane-nya horizontal
- Chevron fold :lipatan dimana hinge-nya tajam dan menyudut
- Box fold :lipatan dimana crest-nya luas dan datar
- Fan fold :lipatan dimana sayapnya membalik
- Monocline :lipatan dimana kemiringan lapisan secara lokal terjal
- Structure terrace :lipatan dimana kemiringan lapisan secara lokal dianggap horizontal
- Homocline :lapisan yang miring dalam satu arah pada sudut yang relatif sama
· B. Berdasarkan intensitas lipatan :
- Open fold :lipatan yang lapisannya tidak mengalami penebalan atau penipisan karena deformasi yang lemah
- Closed fold :lipatan yang lapisannya mengalami penebalan atau penipisan karena deformasi yang kuat
- Drag fold :lipatan-lipatan kecil yang terbentuk pada sayap-sayap lipatan yang besar akibat terjadinya pergeseran antara lapisan kompeten dengan lapisan tak kompeten
- En enchelon fold :beberapa lipatan yang sifatnya lokal dan saling overlap satu dengan yang lain
- Culmination dan depression :lipatan-lipatan yang menunjam pada arah yang berbeda, sehingga terjadi pembubungan dan penurunan
- Anticlinorium :yaitu antiklin mayor yang tersusun oleh beberapa lipatan yang lebih kecil
- Synclinorium :yaitu sinklin mayor yang tersusun oleh beberapa lipatan yang lebih kecil
· C. Berdasarkan sifat lipatan dan kedalaman :
- Similar fold :lipatan yang tiap lapisannya lebih tipis pada sayapnya dan lebih tebal pada hinge-nya
- Paralel/concentric fold :lipatan dengan anggapan bahwa ketebalan lapisan tidak berubah selama perlipatan
- Pierching/diaphiric fold :lipatan dimana intinya yang aktif telah menerobos melalui batuan diatasnya yang lebih rapuh
- Supratenuous fold :lipatan yang terbentuk karena adanya perbedaan kompaksi sedimen pada saat pengendapan terjadi di punggung bukit
- Disharmonic fold :lipatan yang bentuknya tak seragam dari lapisan ke lapisan
· D. Berdasarkan kedudukan axial surface dan hinge line :
- Horizontal normal :lipatan dimana kedudukan axial surface vertikal dan hinge line horizontal
- Plunging normal :lipatan dimana kedudukan axial surface vertikal dan hinge line menunjam
- Horizontal inclined :lipatan dimana kedudukan axial surface miring dan hinge line horizontal
- Plunging inclined :lipatan dimana kedudukan axial surface miring dan hinge line menunjam, tetapi jurus axial plane miring terhadap sumbu lipatan
- Reclined :lipatan dimana kedudukan axial surface miring dan hinge line menunjam, tetapi jurus axial plane tegak lurus terhadap sumbu lipatan
- Vertical :lipatan dimana kedudukan axial surface dan hinge line vertical
- Recumbent :lipatan dimana kedudukan axial surface dan hinge line horizontal
Referensi:
Harset, D. 2010. 2nd Structure Geology, Klasifikasi lipatan (Billing: 1986) [Internet] tersedia dalam <http://debriadiharset.wordpress.com/2010/03/06/> [Diakses 15 November 2014]
Label:
Geofisika,
Geologi,
Geoscience
Keajaiban Bahasa al-Quran
Diposting oleh Selamat datang di blog on Sabtu, 15 November 2014
(Sumber: https://encrypted-tbn0.gstatic.com)
Benar apa yang Allah firmankan di awal al-Quran,
ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
Itulah al-Kitab (a-Quran), yang tidak ada keraguan di dalamnya. Sebagai petunjuk bagi orang yanng bertaqwa. (QS. Al-Baqarah: 2).
Dalam ayat ini, al-Quran berposisi pada dua sisi,
Pertama, sumber petunjuk bagi orang yang baik, orang yang bertaqwa.
Kedua, menutup semua peluang munculnya hal yang meragukan di dalamnya. Sehingga apapun usaha manusia untuk meragukan al-Quran, tidak akan berhasil.
terkait firman Allah,
مَا جَعَلَ اللَّهُ لِرَجُلٍ مِنْ قَلْبَيْنِ فِي جَوْفِهِ
Allah tidak menjadikan dua hati dalam perut seorang laki-laki. (QS. Al-Ahzab: 4)
Yang menjadi pertanyaan, mengapa Allah menyatakan, “dalam perut seorang laki-laki”? dan tidak ‘dalam perut manusia’? apakah ayat ini hanya khusus laki-laki? Bukankah semua manusia hatinya hanya satu? Lalu mengapa hanya disebut laki-laki?
Ada sebuah kisah menarik tentang ayat ini. Semoga kita bisa mengambil pelajaran darinya.
Dalam sebuah kuliah umum, sang dosen muslim menjelaskan keindahan bahasa al-Quran. Kalimat-kalimatnya yang jeli, fasih, sehingga mengandung cakupan makna yang luas. Bahkan andaikan ada satu kata dalam al-Quran, diganti dengan kata yang lain, tentu tidak akan menghasilkan cakupan makna dan tafsir yang benar.
Setelah menyebutkan beberapa contoh, ada seorang mahasiswa berpemikiran liberal berusaha membantah. Dia mulai menyampaikan pendapatnya,
“Ada satu kata dalam al-Quran yang menunjukkan kelemahan sisi bahasa al-Quran. Yaitu firman Allah,
ﻣَّﺎ ﺟَﻌَﻞَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟِﺮَﺟُﻞٍ ﻣِّﻦ ﻗَﻠْﺒَﻴْﻦِ ﻓِﻲ ﺟَﻮْﻓِﻪِ
Allah tidak menjadikan dua hati dalam perut seorang laki-laki. (QS. Al-Ahzab: 4)
Mengapa di situ Allah mengatakan ‘rajul’ (seorang lelaki) dan tidak mengatakan ‘basyar’ (seorang manusia)? Yang namanya manusia, semuanya hanya memiliki satu hati. Baik dia lelaki maupun perempuan.
Seketika itu, suasana kelas terhentak tenang. Semua membenarkan apa yang disampaikan sang penanya. Menunggu apa yang akan dijawab oleh pak dosen.
Anda bisa lihat bagaimana jawaban Pak Dosen, yang menunjukkan kemukjizatan bahasa al-Quran. Namun, semacam ini tidak bisa dipahami semua orang. Hanya mereka yang berusaha merenungkan kandungan maknanya, yang bisa memahami kedalaman dan kejelian diksi dalam al-Quran.
Beliau mengatakan,
“Benar! Laki-laki adalah satu-satunya jenis manusia yang hanya memiliki 1 hati dalam perutnya. Dan tidak mungkin memiliki 2 hati dalam perutnya. Berbeda dengan wanita. Dia bisa memiliki dua hati dalam perutnya.”
“Siapa wanita itu?”
“Wanita hamil. Di dalam perutnya ada seorang janin yang juga memiliki satu hati. Sehingga dalam kondisi hamil, dia memiliki dua hati. Hatinya sendiri dan hati janinya, yang itu ada di dalam tubuhnya.”
Subhanallah…, Allah tidak meninggalkan satu ‘kata’ dalam al-Quran yang memberikan peluang para makhluk-Nya untuk menimbulkan keraguan darinya.
Maha Suci Dzt yang Maha Benar dan Maha Tahu.
Allahu a’lam
Cara Mengatasi Trauma Pasca Kecelakaan
Diposting oleh Selamat datang di blog
Kecelakaan lalu lintas di Indonesia menjadi pembunuh terbesar ketiga. Adapun jumlah kematian akibat kecelakaan berada di bawah penyakit jantung koroner dan tuberculosis atau TBC.
Dari catatan Kepolisian Republik Indonesia, ada sebanyak 25.157 jiwa meninggal pada tahun 2013. Turun dibandingkan 2012 yang mencapai 27.000 jiwa meninggal. Sementara pada 2011 jumlah korban jiwa mencapai 32.657 jiwa.
Label:
Healthy,
Tips dan Cara

