Sekilas Tentang "AFTA" Asean Free Trade Area

Diposting oleh Selamat datang di blog on Sabtu, 26 April 2014



Sejarah Organisasi AFTA
Asean Free Trade Area (AFTA) adalah bentuk dari kerjasama perdagangan dan ekonomi di wilayah ASEAN yang berupa kesepakatan untuk menciptakan situasi perdagangan yang seimbang dan adil melalui penurunan tarif barang perdagangan dimana tidak ada hambatan tarif (bea masuk 0 – 5 %) maupun hambatan non tariff bagi negara-negara anggota ASEAN.

AFTA disepakati pada tanggal 28 Januari 1992 di Singapura. Pada awalnya ada enam negara yang menyepakati AFTA, yaitu: Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand. Vietnam bergabung dalam AFTA tahun 1995, sedangkan Laos dan Myanmar pada tahun 1997, kemudian Kamboja pada tahun 1999.

Pembentukan AFTA berdasarkan pertemuan para Menteri Ekonomi anggota ASEAN pada tahun 1994 di Chiang Mai, Thailand. Pertemuan Chiang Mai menghasilkan tiga keputusan penting sebagai berikut :
1) Seluruh anggota ASEAN sepakat bahwa pembentukan kawasan perdagangan bebas dipercepat pelaksanaannya dari tahun 2010 menjadi 2005.
2) Jumlah produk yang telah disetujui masuk dalam daftar AFTA (inclusion list/IL) ditambah dan semua produk yang tergolong dalam temporary exclusion list/TEL secara bertahap akan masuk IL. Semua produk TEL diharapkan masuk dalam IL pada tanggal 1 Januari 2000.
3) Memasukkan semua produk pertama yang belum masuk dalam skema common effective preferential tariff (CEPT) yang terbagi sebagai berikut :
a) Daftar produk yang segera masuk dalam IL menjadi immediate inclusion list/IIL mulai tarifnya menjadi 0–5% pada tahun 2003.
b) Produk yang memiliki sensitivitas (sensitive list), seperti beras dan gula, akan diperlakukan khusus di luar skema CEPT.
c) Produk dalam kategori TEL akan menjadi IL pada tahun 2003.

Tujuan AFTA adalah meningkatkan daya saing ekonomi negara-negara ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi pasar dunia, untuk menarik investasi dan meningkatkan perdagangan antar anggota ASEAN. Dalam kesepakatan, AFTA direncanakan berpoerasi penuh pada tahun 2008 namun dalam perkembangannya dipercepat menjadi tahun 2003.

Mekanisme utama untuk mencapai tujuan di atas adalah skema “Common Effective Preferential Tariff” (CEPT) yang bertujuan agar barang-barang yang diproduksi di antara negara ASEAN yang memenuhi ketentuan setidak-tidaknya 40 % kandungan lokal akan dikenai tarif hanya 0-5 %. Anggota ASEAN mempunyai tiga pengecualian CEPT dalam tiga kategori :
(1) pengecualian sementara,
(2) produk pertanian yang sensitif
(3) pengecualian umum lainnya (Sekretariat ASEAN 2004)
Untuk kategori pertama, pengecualian bersifat sementara karena pada akhirnya diharapkan akan memenuhi standar yang ditargetkan, yakni 0-5 %. Sedangkan untuk produk pertanian sensitif akan diundur sampai 2010. Dapat disimpulkan, paling lambat 2015 semua tarif di antara negara ASEAN diharapkan mencapai titik 0 %.

AFTA dicanangkan dengan instrumen CEPT, yang diperkenalkan pada Januari 1993. ASEAN pada 2002, mengemukakan bahwa komitmen utama dibawah CEPT-AFTA hingga saat ini meliputi 4 program, yaitu :
1. Program pengurangan tingkat tarif yang secara efektif sama di antara negara- negara ASEAN hingga mencapai 0-5 persen.
2. Penghapusan hambatan-hambatan kuantitatif (quantitative restrictions) dan hambatan-hambatan non-tarif (non tariff barriers).
3. Mendorong kerjasama untuk mengembangkan fasilitasi perdagangan terutama di bidang bea masuk serta standar dan kualitas.
4. Penetapan kandungan lokal sebesar 40 persen.

Untuk Indonesia, kerjasama AFTA merupakan peluang yang cukup terbuka bagi kegiatan ekspor komoditas pertanian yang selama ini dihasilkan dan sekaligus menjadi tantangan untuk menghasilkan komoditas yang kompetitif di pasar regional AFTA.

Upaya ke arah itu, nampaknya masih memerlukan perhatian serta kebijakan yang lebih serius dari pemerintah maupun para pelaku agrobisnis, mengingat beberapa komoditas pertanian Indonesia saat ini maupun di masa yang akan datang masih akan selalu dihadapkan pada persoalan-persoalan dalam peningkatan produksi yang berkualitas, permodalan, kebijakan harga dan nilai tukar serta persaingan pasar di samping iklim politis yang tidak kondusif bagi sektor pertanian.

Diharapkan dengan diberlakukannya otonomi daerah perhatian pada sektor agribisnis dapat menjadi salah satu dorongan bagi peningkatan kualitas produk pertanian sehingga lebih kompetitif di pasar lokal, regional maupun pasar global, dan sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional maupun peningkatan pendapatan petani dan pembangunan daerah.

Secara umum, situasi ekonomi Indonesia sangat sulit. Perdagangan Indonesia dalam kurun 2000-2002 melemah, baik dalam kegiatan ekspor maupun impor. Kondisi ekonomi makro ditambah stabilitas politik yang tidak mantab serta penegakan hukum dan keamanan yang buruk ikut mempengaruhi daya saing kita dalam perdagangan dunia.

Memang, secara umum, beberapa produk kita siap berkompetisi. Misalnya, minyak kelapa sawit, tekstil, alat-alat listrik, gas alam, sepatu, dan garmen. Tetapi, banyak pula yang akan tertekan berat memasuki AFTA. Di antaranya, produk otomotif, teknologi informasi, dan produk pertanian.

Dalam AFTA, peran negara dalam perdagangan sebenarnya akan direduksi secara signifikan. Sebab, mekanisme tarif yang merupakan wewenang negara dipangkas. Karena itu, diperlukan perubahan paradigma yang sangat signifikan, yakni dari kegiatan perdagangan yang mengandalkan proteksi negara menjadi kemampuan perusahaan untuk bersaing. Tidak saja secara nasional atau regional dalam AFTA, namun juga secara global. Karena itu, kekuatan manajemen, efisiensi, kemampuan permodalan, dan keunggulan produk menjadi salah satu kunci keberhasilan.

Persoalan yang dihadapi oleh Indonesia 
Dalam menghadapi AFTA, Indonesia sebagai salah satu Negara anggota ASEAN masih memiliki beberapa kendala yang menunjukan ketidaksiapan kita dalam menghadapi AFTA, diantanya adalah; dari segi penegakan hukum, sudah diketahui bahwa sektor itu termasuk buruk di Indonesia. Jika tak ada kepastian hukum, maka iklim usaha tidak akan berkembang baik, yang mana hal tersebut akan menyebabkana biaya ekonomi tinggi yang berpengaruh terhadap daya saing produk dalam pasar internasional.

Faktor lain yang amat penting adalah lembaga-lembaga yang seharusnya ikut memperlancar perdagangan dan dunia usaha ternyata malah sering diindikasikan KKN. Akibat masih meluasnya KKN dan berbagai pungutan yang dilakukan unsure pemerintah di semua lapisan, harga produk yang dilempar ke pasar akan terpengaruhi. Otonomi daerah yang diharapkan akan meningkatkan akuntabilitas pejabat publik dan mendorong ekonomi lokal ternyata dipakai untuk menarik keuntungan sebanyak-banyaknya dari dunia usaha tanpa menghiraukan implikasinya. Otonomi malah menampilkan sisi buruknya yang bisa mempengaruhi daya saing produk Indonesia di pasar dunia.

Persoalan lain yang harus dihadapi adalah kenyataan bahwa perbatasan Indonesia sangat luas, baik berupa lautan maupun daratan, yang sangat sulit diawasi. Akibatnya, terjadi banjir barang selundupan yang melemahkan daya saing industri nasional. Miliaran dolar amblas setiap tahun akibat ketidakmampuan menjaga perbatasan dengan baik. Menurut taksiran kemampuan TNI-AL, sekitar 40 persen dari seharusnya digunakan untuk mengamankan lautan akibat kekuarangan dana dan sarana yang lain. Kendala utama bagi masyarakat Indonesia adalah mengubah pola pikir, baik di kalangan pejabat, politisi, pengusaha, maupun tenaga kerja. Mengubah pola pikir ini sangat penting bagi keberhasilan kita memasuki AFTA.

Namun, selain menghadapi berbagai persoalan, AFTA jelas juga membawa sejumlah keuntungan. Pertama, barang-barang yang semula diproduksi dengan biaya tinggi akan bisa diperoleh konsumen dengan harga lebih murah. Kedua, sebagai kawasan yang terintegrasi secara bersama-sama, kawasan ASEAN akan lebih menarik sebagai lahan investasi. Indonesia dengan sumber daya alam dan manusia yang berlimpah mempunyai keunggulan komparatif. Namun, peningkatan SDM merupakan keharusan. Ternyata, kemampuan SDM kita sangat payah dibandingkan Filipina atau Thailand.

Berdasarkan peraturan Pemerintah Nomer 63 tahun 1999, pihak asing dimungkinkan untuk mempunyai saham hampir 99 persen. Jadi jika ingin menambah sahamnya, sedangkan partner lokalnya tidak mampu, maka saham partner lokal menjadi terdivestasi.

Dampak AFTA
Ada banyak dampak suatu perjanjian perdagangan bebas, antara lain spesialisasi dan peningkatan volume perdagangan. Sebagai contoh, ada dua negara yang dapat memproduksi dua barang, yaitu A dan B, tetapi kedua negara tersebut membutuhkan barang A dan B untuk dikonsumsi.

Secara teoretis, perdagangan bebas antara kedua negara tersebut akan membuat negara yang memiliki keunggulan komparatif (lebih efisien) dalam memproduksi barang A (misalkan negara pertama) akan membuat hanya barang A, mengekspor sebagian barang A ke negara kedua, dan mengimpor barang B dari negara kedua.

Sebaliknya, negara kedua akan memproduksi hanya barang B, mengekspor sebagian barang B ke negara pertama, dan akan mengimpor sebagian barang A dari negara pertama. Akibatnya, tingkat produksi secara keseluruhan akan meningkat (karena masing-masing negara mengambil spesialisasi untuk memproduksi barang yang mereka dapat produksi dengan lebih efisien) dan pada saat yang bersamaan volume perdagangan antara kedua negara tersebut akan meningkat juga (dibandingkan dengan apabila kedua negara tersebut memproduksi kedua jenis barang dan tidak melakukan perdagangan).

Saat ini AFTA sudah hampir seluruhnya diimplementasikan. Dalam perjanjian perdagangan bebas tersebut, tarif impor barang antarnegara ASEAN secara berangsur-angsur telah dikurangi. Saat ini tarif impor lebih dari 99 persen dari barang-barang yang termasuk dalam daftar Common Effective Preferential Tariff (CEPT) di negara-negara ASEAN-6 (Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand) telah diturunkan menjadi 5 persen hingga 0 persen.

Sesuai dengan teori yang dibahas di atas, AFTA tampaknya telah dapat meningkatkan volume perdagangan antarnegara ASEAN secara signifikan. Ekspor Thailand ke ASEAN, misalnya, mengalami pertumbuhan sebesar 86,1 persen dari tahun 2000 ke tahun 2005. Sementara itu, ekspor Malaysia ke negara-negara ASEAN lainnya telah mengalami kenaikan sebesar 40,8 persen dalam kurun waktu yang sama.

Adanya AFTA telah memberikan kemudahan kepada negara-negara ASEAN untuk memasarkan produk-produk mereka di pasar ASEAN dibandingkan dengan negara-negara non-ASEAN. Untuk pasar Indonesia, kemampuan negara-negara ASEAN dalam melakukan penetrasi pasar kita bahkan masih lebih baik dari China. Hal ini terlihat dari kenaikan pangsa pasar ekspor negara ASEAN ke Indonesia yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan pangsa pasar China di Indonesia.

Pada tahun 2001 pangsa pasar ekspor negara-negara ASEAN di Indonesia mencapai 17,6 persen. Implementasi AFTA telah meningkatkan ekspor negara-negara ASEAN ke Indonesia. Akibatnya, pangsa pasar ASEAN di Indonesia meningkat dengan tajam. Dan pada tahun 2005 pangsa pasar negara-negara ASEAN di Indonesia mencapai 29,5 persen.

Berbeda dengan anggapan kita selama ini bahwa ternyata daya penetrasi produk-produk China di Indonesia tidak setinggi daya penetrasi produk-produk negara ASEAN. Pada tahun 2001 China menguasai sekitar 6,0 persen dari total impor Indonesia. Pada tahun 2005 baru mencapai 10,1 persen, masih jauh lebih rendah dari pangsa pasar negara-negara ASEAN. Jadi, saat ini produk-produk dari negara ASEAN lebih menguasai pasar Indonesia dibandingkan dengan produk-produk dari China.

Sebaliknya, berbeda dengan negara-negara ASEAN yang lain, tampaknya belum terlalu diperhatikan potensi pasar ASEAN, dan lebih menarik dengan pasar-pasar tradisional, seperti Jepang dan Amerika Serikat. Hal ini terlihat dari pangsa pasar ekspor kita ke negara-negara ASEAN yang tidak mengalami kenaikan yang terlalu signifikan sejak AFTA dijalankan. Pada tahun 2000, misalnya, pangsa pasar ekspor Indonesia di Malaysia mencapai 2,8 persen. Dan pada tahun 2005 hanya meningkat menjadi 3,8 persen. Hal yang sama terjadi di pasar negara-negara ASEAN lainnya.

Produsen internasional tidak harus mempunyai pabrik di setiap negara untuk dapat menyuplai produknya ke negara-negara tersebut. Produsen internasional dapat memilih satu negara di kawasan ini untuk dijadikan basis produksinya dan memenuhi permintaan produknya di negara di sekitarnya dari negara basis tersebut. Turunnya tarif impor antarnegara ASEAN membuat kegiatan ekspor-impor antarnegara ASEAN menjadi relatif lebih murah dari sebelumnya. Tentunya negara yang dipilih sebagai negara basis suatu produk adalah yang dianggap dapat membuat produk tersebut dengan lebih efisien (spesialisasi).

Negara-negara di kawasan ini tentunya berebut untuk dapat menjadi pusat produksi untuk melayani pasar ASEAN karena semakin banyak perusahaan yang memilih negara tersebut untuk dijadikan pusat produksi, akan semakin banyak lapangan kerja yang tersedia. Sayangnya, Indonesia tampaknya masih tertinggal dalam menciptakan daya tarik untuk dijadikan pusat produksi.

Kesiapan Indonesia
Infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) Indonesia dinilai belum siap menghadapi ASEAN Free Trade Area (AFTA) atau pasar bebas ASEAN mulai 2015. “Kita semua tahu bagaimana kualitas SDM dan infrastruktur kita, padahal pasar bebas ASEAN itu tidak lama lagi,” kata pengamat politik ekonomi internasional UI, Beginda Pakpahan, di Jakarta. Ia mengatakan pada dasarnya FTA (Free Trade Area) sangat potensial untuk memperluas jejaring pasar sekaligus menambah insentif, karena tidak adanya lagi pembatasan kuota produk.

Namun, bagi Indonesia bukan melulu keuntungan, sebab FTA juga bisa menjadi ancaman bila pemerintah RI tidak mempersiapkan SDM dan infrastruktur dalam negeri. Dampak terburuk justru mengancam masyarakat lapisan paling bawah, seperti petani gurem dan pedagang kecil. Saat ini Indonesia setidaknya berada di peringkat keenam di ASEAN di luar negara-negara yang baru bergabung (Kamboja, Vietnam, Laos, dan Myanmar).

Selain SDM, infrastruktur di tanah air juga belum mendukung untuk menghadapi AFTA. Indonesia harus bisa menjadi pengelola atau tidak melulu menjadi broker atau mediator dalam perdagangan bebas. Agenda terdekat menjelang era pasar bebas, Indonesia harus bisa membenahi dan menyelesaikan kepemimpinan nasional, mewujudkan “good corporate governance“, dan membenahi birokrasi sekaligus memberantas korupsi. Selain itu, DPR juga harus sejalan dengan pemerintah dalam masa-masa krisis dan membenahi jajaran TNI/POLRI.

Yang harus dilakukan Indonesia agar dapat dengan baik menghadapi AFTA dan dapat bersaing dengan Negara-negara lain di dalamnya adalah :
  1. Pemantapan Organisasi Pelaksanaa AFTA
AFTA sebagai suatu kegiatan baru dalam kerjasama ASEAN harus didukung oleh
struktur organisasi yang kuat agar pelaksanaannya dapat berjalan sebagaimana
mestinya. Struktur organisasi yang kuat sangat diperlukan karena AFTA harus dilaksanakan dengan baik, adil dan terarah sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal dan merata. Juga diperlukan pengawasan yang ketat untuk menjaga agar jangan sampai terjadi kecurangan dalam pelaksanaan perdagangan yang akan merugikan negara tertentu.
2.      Promosi dan Penetrasi Pasar
Kenyataan menunjukkan bahwa volume perdagangan Indonesia dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, adalah nomor dua terkecil setelah Filipina, sedangkan volume perdagangan Indoensia dengan Singapura hanya 5,1 persen dari seluruh perdagangan intra-ASEAN. Keadaan tersebut
terutama disebabkan oleh komoditas ekspor Indonesia belum banyak dikenal oleh negara-negara ASEAN. Karena itu, keikutsertaan dalam pameran perdagangan internasional perlu ditingkatkan. Peningkatan kunjungan dagang sangat besar pula artinya dalam melakukan promosi dan penetrasi pasar hasil produksi Indonesia.
3.      Peningkatan Efisiensi Produksi Dalam Negeri
Untuk meningkatkan efisiensi produksi dalam negeri, perlu diciptakan kondisi persaingan yang sehat di antara sesama pengusaha agar tidak terdapat “distorsi harga” bahan baku. Di samping itu, biaya-biaya non produksi secara keseluruhan dapat ditekan. Dalam kaitan ini, kebijakan deregulasi yang telah dijalankan Pemerintah sejak beberapa tahun yang lalu perlu terus dilanjutkan dan diperluas kepada sektor-sektor riil yang langsung mempengaruhi kegiatan produksi dan selanjutnya perlu diusahakan agar pemberian fasilitas-fasilitas yang cenderung menciptakan kondisi monopoli dalam pengelolaan usaha perlu dihilangkan.
4.      Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia
Kualitas sumberdaya manusia Indonesia masih jauh lebih rendah dibandingkan kualitas sumberdaya manusia negara ASEAN lainnya. Oleh karena itu, dalam rangka menghadapi AFTA, usaha-usaha untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia perlu lebih ditingkatkan dengan mengembangkan sekolah kejuruan dan politeknik di masa mendatang.
5.      Perlindungan Terhadap Industri Kecil
Pelaksanaan AFTA akan mengakibatkan tingginya tingkat persaingan, sehingga hanya perusahaan besar yang mampu terus berkembang. Perusahaan besar tersebut di-perkirakan terus menekan industri kecil yang pada umumnya kurang mampu bersaing dengan para konglomerat. Untuk melindungi industri kecil tersebut, perlu diwujudkan sebuah undang-undang anti monopoli atau membentuk suatu organisasi pemersatu perusahaan-perusahaan berskala kecil.
6.      Upaya Meningkatkan Daya Saing Sektor Pertanian
Dalam upaya meningkatkan peran ekspor sektor pertanian, perlu dikembangkan produk-produk unggulan yang mampu bersaing di pasar, baik pasar domestik maupun pasar internasional. Pengembangan produk-produk unggulan dilaksanakan melalui serangkaian proses yang saling terkait serta membentuk suatu sistem agribisnis yang terdiri dari sistem pra produksi, produksi, pengolahan dan pemasaran (Kartasasmita, 1996).

KESIMPULAN 
AFTA adalah bentuk dari Free Trade Area di kawasan Asia Tenggara merupakan kerjasama regional dalam bidang ekonomi mempunyai tujuan untuk meningkatkan volume perdagangan di antara negara anggota melalui penurunan tarif beberapa komoditas tertentu, termasuk di dalamnya beberapa komoditas pertanian, dengan tarif mendekati 0-5 persen. Inti AFTA adalah CEPT (Common Effective Preferential Tariff), yakni barang-barang yang diproduksi di antara negara ASEAN yang memenuhi ketentuan setidak-tidaknya 40 % kandungan lokal akan dikenai tarif hanya 0-5 %.
Sampai saat ini, CEPT masih merupakan hal yang sulit untuk dijalankan oleh Negara-negara di ASEAN, hanya Singapura saja yang sudah dapat mengurangi hambatan tarifnya sebesar 0 %, sedangakan Negara-negara ASEAN lainnya masih berusaha untuk mencoba mengurangi hambatan tarifnya.
Indonesia sebagai Negara yang menyetujui AFTA, sebentar lagi akan masuk ke dalam era perdagangan bebas, sehingga bangsa ini akan bersaing dengan bangsa-bangsa ASEAN lainnya. Dengan kondisi bangsa Indonesia dan perekonomian Indonesia saat ini, Indonesia dapat dikatakan masih belum siap dalam menghadapi persaingan global. Sumber daya manusia Indonesia dengan masih banyaknya masyarakat dengan tingkat pendidikan dan keahlian yang minim membuat Indonesia diprediksikan akan kalah dalam persaingan. Situasi politik dan hukum di Indonesia yang amat sangat tidak pasti juga menambah jumlah nilai minus Indonesia dalam menghadapi AFTA.
More about → Sekilas Tentang "AFTA" Asean Free Trade Area

Akun Twitter Saya Ngetweet Sendiri, Bagaimana Menghentikannya?

Diposting oleh Selamat datang di blog on Sabtu, 19 April 2014


Pernahkah kalian melihat akun twitter teman kalian atau bahkan akun twitter anda sendiri ngetweet tidak jelas dan ngespam? Beberapa waktu lalu, saya melihat banyak sekali akun twitter teman-teman saya yang terkena link pishing (untuk autotweet), dan mereka ngetweet terus setiap saat dan isi tweetnya pun tidak jelas. Tweet-tweet spam ini hanyalah keisengan segelintir orang saja untuk menduduki Trending Topic Indonesia maupun Dunia. Saya pun bahkan bisa membuat hal serupa (membuat web pishing), tetapi saya tidak mau melakukannya karena itu saya anggap perbuatan yang salah.

Nah, pasti kalian kesal sekali jika melihat tweet-tweet tidak jelas, seperti :
- HAH? Justin Bieber Meninggal ? klik http://blablabla *238
- Member JKT48 Buka Baju ? klik http://blablabla *31
- Farhat Abbas Gila ?  klik http://blablabla *125

Nah, tweet itu biasa nya di tulis oleh oknum nakal yang hanya ingin mencari sensasi saja, mereka biasa melakukannya via Tweetdeck. Daripada bosa-basi lagi, yaudah yuk langsung saja "Bagaimana Sih Cara Menghentikan Auto Tweet Tersebut?" Simak dibawah ini :

1. Pertama, buka dulu akun twitter anda. (Cara ini hanya bisa via Laptop/komputer).
(kalau tidak mau ikuti cara dibawah ini, langsung saja klik http://twitter.com/settings/applications dan cabut semua aplikasi yang ada disitu)

2. Setelah masuk ke twitter anda, klik ikon seperti roda gir.

3. Setelah klik itu, lalu klik lah "Pengaturan".

4. Setelah klik pengaturan, klik "Aplikasi".

5. Setelah masuk ke aplikasi, Cabut Akses semua aplikasi yang mencurigakan, atau biar aman, cabut lah seluruh aplikasi yang ada disitu.

6. Selesai, sekarang lihatlah akun anda, pasti sudah tidak ada tweet-tweet spam lagi.

Lalu, bagaimana kalau dengan HP? Apa bisa cabut aplikasi juga?
Tidak bisa, cara ini hanya untuk via Web saja, kalau via HP sebaiknya anda ganti password twitter saja dulu agar aman, setelah ada waktu untuk main di Laptop/komputer, barulah anda cabut semua aplikasinya.

Sekian dan terima kasih telah membaca. :D Jangan lupa follow @N_Pangestu



Tags: bagaimana cara cabut akses aplikasi di twitter, mengapa akun twitter saya ngetweet sendiri, akun twitter kena spam, akun twitter saya ngetweet nggak jelas, twitter kena auto tweet.
More about → Akun Twitter Saya Ngetweet Sendiri, Bagaimana Menghentikannya?

Info Letak, Waktu Kunjungan, dan Harga Tiket Museum-museum di Jakarta

Diposting oleh Selamat datang di blog on Minggu, 13 April 2014

Museum, siapa sih yang ingin berkunjung ke tempat ini? Ya, pasti dikalangan anak muda jaman sekarang sudah sangat jarang berkunjung ke museum, karena mungkin sebagian dari mereka merasa bahwa museum adalah tempat yang membosankan, padahal museum adalah tempat sumber pengetahuan. 

Mungkin ada juga sebagian orang yang sangat ingin sekali berkunjung ke semua museum yang ada. Sama seperti saya, saya juga hobby mengunjungi museum-museum yang ada didaerah saya, yaitu di daerah Jakarta. Namun, belum semua museum yang ada di Jakarta sudah saya kunjungi, masih banyak museum di Jakarta yang belum saya kunjungi. 

Nah, pada postingan kali ini saya akan mengasih sedikit info kepada anda tentang museum-museum yang ada di Jakarta. Disini saya akan memberikan info mengenai letak museum, waktu kunjungan, dan harga tiket masing-masing museum yang ada di Jakarta, silahkan disimak berikut ini :
NB: Jadwal kunjungan dan harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu.

MUSEUM DI JAKARTA PUSAT

1. Museum Sejarah Nasional atau Monumen Nasional
Museum Sejarah Nasional (Monas) 
Museum yang terletak di bawah Tugu Monumen Nasional ini menyajikan puluhan diorama mengenai sejarah Indonesia, dari zaman pra-sejarah hingga Orde Baru. Untuk memasuki museum ini harus melalu terowongan yang pintu masuknya berada di bagian utara Lapangan Merdeka.
Lokasi : Tugu Monumen Nasional, Lapangan Merdeka Silang Monas, Kel. Gambir, Kec. Gambir, Jakarta Pusat.
Jam buka : Setiap Hari, Jam 08.00 – 15.00 (kecuali Senin terakhir tiap bulan).
Tarif masuk : Rp 2.500.

2. Monumen Proklamator
Monumen Proklamator 
Monumen proklamator terletak di Jl.Pegangsaan Timur no.56 Jakarta Pusat, dilokasi inilah pada tanggal 17 agustus 1945 dwitunggal proklamator Bapak Ir.Sukarno membacakan naskah proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia didampingi Bapak drs.Mohammad Hatta yang akhirnya menjadi presiden dan wakil presiden pertama RI.ditempat inilah 66 tahun lalu bendera kebangsaan Indonesia yang dijahit Ibu Fatmawati Soekarno dikibarkan pertamakali.kawasan ini dulunya merupakan rumah tinggal Bapak Ir.Sukarno bersama keluarga.sayangnya rumah bersejarah ini yang disebut dengan Gedung Proklamasi sudah tidak ada lagi semenjak tahun 1960.akhirnya 17 Agustus 1980 Bapak Soeharto presiden RI ke-2 meresmikan monumen soekarno-hatta membacakan naskah proklamasi. Monumen Proklamasi terdiri dari 17 pilar tepat dibelakang patung proklamator yang menggambarkan tanggal kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 patung Ir.Sukarno yang sedang membaca naskah proklamasi dan diseberangnya patung Drs.mohammad hatta dan tepat di tengah-tengah mereka terdapat tulisan naskah proklamasi diatas batu marmer hitam.

3. Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Museum Perumusan Naskah Proklamasi 
Gedung museum ini merupakan tempat naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia dibuat. Museum ini menyajikan sejarah proses dibuatnya naskah proklamasi, foto-foto tokoh yang hadir pada saat penyusunan proklamasi, dan sejarah revolusi pada awal kemerdekaan.
Lokasi : Jl. Imam Bonjol, No.1, Kel. Menteng, Kec. Menteng, Jakarta Pusat.
Jam buka : Selasa – Kamis, Jam 08.00 – 16.00, Jumat Jam 08.00 – 11.00 & 13.00–16.00, Sabtu – Minggu, Jam 08.30 – 17.00.
Tarif masuk : Rp 2.000.

4. Museum Nasional atau Museum Gajah
Museum Nasional 
Museum ini dikenal dengan nama Museum Gajah karena terdapat patung gajah di depan gedungnya. Museum ini merupakan museum dengan jumlah koleksi terbesar di Indonesia, dan koleksinya juga sangat bervariasi seperti arca, prasasti, perabotan, keramik, alat tradisional, perhiasan, kain, peralatan zaman prasejarah, dan masih banyak lagi. Di museum ini juga menyimpan peninggalan alat-alat kebesaran termasuk mahkota dari kerajaan-kerajaan zaman dahulu di Indonesia.
Lokasi : Jl. Medan Merdeka Barat, No.12, Kel. Gambir, Kec. Gambir, Jakarta Pusat.
Jam buka : Selasa – Kamis, Jam 08.30 – 16.00, Jumat Jam 08.30 – 11.30, Sabtu – Minggu, Jam 08.30 – 17.00.
Tarif masuk : Rp 5.000.

5. Museum Joang ‘45
Museum Joang 45 
Menempati bangunan bersejarah bekas hotel yang dijadikan pusat kegiatan kepemudaan pada tahun 1940-an, museum ini mengoleksi berbagai foto dan diorama tentang perjuangan kemerdekaan, juga mengoleksi barang-barang peninggalan pejuang, termasuk mobil dinas Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta.
Lokasi : Jl. Menteng Raya No.31, Kel. Kebon Sirih, Kec. Menteng, Jakarta Pusat.
Jam buka : Selasa – Minggu, Jam 09.00 – 15.00.
Tarif masuk : Rp 2.000.

6. Museum Sumpah Pemuda
Museum Sumpah Pemuda 
Bangunan museum ini merupakan tempat berlangsungnya Kongres Pemuda II yang menghasilkan Sumpah Pemuda pada 1928. Museum ini selain menyajikan dokumentasi sejarah mengenai Sumpah Pemuda, juga peran dan kegiatan kepemudaaan dalam sejarah Indonesia. Di museum ini pula tersimpan biola milik W.R. Soepratman yang digunakannya saat memperkenalkan lagu Indonesia Raya pertama kali.
Lokasi : Jl. Kramat Raya, No.106, Kel. Kwitang, Kec. Senen, Jakarta Pusat
Jam buka : Selasa – Minggu, Jam 09.00 – 15.00.
Tarif masuk : Rp 2.000.

7. Museum Kebangkitan Nasional
Museum Kebangkitan Nasional 
Berada di bangunan bekas sekolah kedokteran STOVIA yang dibangun pada 1899, museum ini menyajikan sejarah, foto, dan diorama mengenai Kebangkitan Nasional, serta patung dan foto tokoh-tokoh penting pada masa tersebut. Di museum ini juga masih menyimpan alat-alat peninggalan STOVIA.
Lokasi : Jl. Dr. Abdul Rahman Saleh, No.26, Kel. Senen, Kec. Senen, Jakarta Pusat, Telpon (021) 34830033, Fax (021) 3847975
Jam buka : Selasa – Jumat, Jam 08.30 – 15.00, Sabtu – Minggu, Jam 08.30 – 14.00.
Tarif masuk : Rp 2.000.

8. Museum Taman Prasasti
Museum Taman Prasasti 
Berada di depan Kantor Walikota Jakarta Pusat dan menempati areal bekas pemakaman umum Belanda, museum berupa taman terbuka ini menyajikan berbagai koleksi prasasti batu nisan dan patung dari zaman Belanda, yang di antaranya terdapat nisan tokoh ternama di masa penjajahan dulu. Di dalam museum ini tersimpan pula peti jenazah Bung Karno dan Bung Hatta.
Lokasi: Jl. Tanah Abang I, No.1, Kel. Petojo Selatan, Kec. Gambir, Jakarta Pusat.
Jam buka: Selasa – Minggu, Jam 09.00 – 15.00.
Tarif masuk : Rp 2.000.

9. Museum Mohammad Hoesni Thamrin
Museum M.H. Thamrin 
Menempati bekas rumah milik Pahlawan Nasional M.H. Thamrin di sebuah jalan kecil, tak jauh dari Pasar Kenari, museum ini menyajikan foto-foto dan sejarah perjuangan M.H. Thamrin beserta barang-barang peninggalan beliau. Museum ini juga memamerkan beberapa replika perabotan pada zaman ketika M.H. Thamrin masih hidup, ditambah benda-benda kebudayaan Betawi.
Lokasi : Jl. Kenari II, No.15, Kel. Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat.
Jam buka : Selasa – Minggu, Jam 09.00 – 15.00.
Tarif masuk : Rp 2.000.

10. Museum Ahmad Yani “Sasmitaloka”
Museum Ahmad Yani 
Museum ini merupakan saksi bisu kekejaman G30S/PKI. Kediaman sekaligus tempat dibunuhnya Pahlawan Revolusi Ahmad Yani. Peristiwa yang sudah menjadi bagian dari sejarah di Indonesia dan menyimpan kisah tak terlupakan.
Lokasi : Jl. Lembang No.58, Jakarta Pusat.
Jam buka : Selasa – Jumat, Jam 08.00 – 14.00.

11. Museum Jenderal Besar Dr. A.H. Nasution
Museum A.H Nasution 
Merupakan bekas rumah pribadi A.H. Nasution, museum ini berisikan berbagai foto dan peninggalan pribadi A.H. Nasution serta sejarah perjuangannya. Di museum ini juga terdapat diorama peristiwa G30S/PKI yang terjadi di rumah ini pada 1965.
Lokasi : Jl. Teuku Umar, Kel. Gondangdia, Kec. Menteng, Jakarta Pusat.
Jam buka : Senin – Jumat, Jam 08.00 – 14.00.
Tarif masuk : Gratis atau sumbangan sukarela.

12. Museum Adam Malik
Museum Adam Malik 
Terletak di Jalan Diponegoro No.29 Jakarta Pusat. Diresmikan tanggal 5 September 1985 (satu tahun setelah Adam Malik wafat) oleh Ibu Tien Soeharto. Mulanya merupakan tempat tinggal Mantan Wakil Presiden RI Adam Malik. Dalam rumah yang kini telah dijadikan museum ini tersimpan berbagai benda bersejarah, terdiri dari 13 jenis koleksi yaitu lukisan, ikon Rusia, lukisan Cina, keramik, buku-buku, senjata tradisional, patung batu dan perunggu, ukiran kayu, batu permata, emas, tekstil, kristal, dan alat fotografi. Tapi kini telah dijual sejak tahun 2006. Museum yang sebelumnya berisi 50 ribu koleksi mantan wakil presiden tersebut itu dilego kepada pengusaha Hary Tanoesoedibjo.

13. Museum Kehutanan ”Manggala Wanabhakti”
Museum Manggala Wanabhakti 
Berada di dalam kompleks Gedung Manggala Wanabakti yang mayoritas kompleksnya digunakan sebagai kantor Kementerian Kehutanan, museum yang tak jauh dari Stasiun Palmerah ini mengoleksi artefak-artefak di bidang kehutanan, seperti berbagai jenis kayu hasil hutan Indonesia, alat-alat untuk mengambil dan mengangkut hasil hutan, hingga beberapa contoh barang hasil hutan. Terdapat pula diorama beberapa jenis hutan di Indonesia.
Lokasi : Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Pusat

14. Museum Rimbawan Pejuang
Museum Rimbawan Pejuang 
Museum ini merupakan museum mini yang menempati satu ruangan kecil di dalam Museum Kehutanan “Manggala Wanabakti”. Museum ini yang berisikan foto-foto serta buku dokumentasi untuk mengenang para relawan hutan alias Pasukan Wanara.
Lokasi : Kompleks Gedung Manggala Wanabakti, Blok VI, Jl. Gatot Subroto / Jl.Gelora I, Kel. Gelora, Kec. Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Jam buka : Senin – Jumat, Jam 08.30 – 15.30.
Tarif masuk : Gratis.

15. Museum MPR / DPR / DPRD
Museum DPR 
Berada di dalam Gedung MPR/DPR/DPD, museum ini menyajikan foto-foto sejarah DPR sejak era Volksraad, maket kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, meja dan kursi yang digunaan DPR pada zaman dulu, dan lain-lain. Sayangnya museum ini tidak dibuka untuk perorangan, namun hanya dibuka bagi tamu rombongan yang mengadakan kunjungan ke Gedung MPR/DPR/DPD, dengan perjanjian terlebih dahulu dengan pihak Humas Sekretariat DPR.
Lokasi : Gedung Nusantara, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Jl. Gatot Subroto, Kel. Gelora, Kec. Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Jam buka : Hanya dibuka jika ada kunjungan rombongan dengan perjanjian terlebih dahulu.
Tarif masuk : Gratis.

16. Museum Katedral
Museum Katedral 
Menempati lantai 2 Gereja Katedral, museum ini menyimpan koleksi sejarah alat-alat peribadatan umat Katolik sejak zaman Belanda dan juga barang-barang peninggalan para penyebar agama, termasuk barang peninggalan Paus Paulus VI dan Paus Yohanes Paulus II, seperti tongkat dan piala yang ia gunakan saat berkunjung ke Jakarta.
Lokasi : Gereja Katolik Katedral Santa Maria Pelindung Diangkat ke Surga, Jl. Katedral, No.7B, Kel. Pasar Baru, Kec. Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Jam buka : Senin, Rabu, dan Jumat, Jam 10.00 – 12.00.
Tarif masuk : Gratis atau sumbangan sukarela.


MUSEUM DI JAKARTA BARAT

1. Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah
Museum Sejarah Jakarta 
Merupakan bekas kantor Gubernur Jenderal Belanda, museum yang dikenal dengan nama Museum Fatahillah ini menyajikan sejarah dan budaya kota Jakarta, mengoleksi replika prasasti zaman kerajaan, perabotan peninggalan zaman Belanda, hingga benda kebudayaan Jakarta masa kini.
Lokasi : Jl. Taman Fatahillah, No.1, Kel. Pinangsia, Kec. Taman Sari, Jakarta Barat.
Jam buka : Selasa – Minggu, Jam 09.00 – 15.00.
Tarif masuk : Rp 2.000.

2. Museum Wayang
Museum Wayang 
Berada di dalam kawasan Kota Tua, tepatnya di sisi barat Taman Fatahillah, museum ini mengoleksi berbagai jenis boneka wayang dan topeng yang dikenal di Indonesia. Selain itu, puluhan boneka wayang dari mancanegara juga ikut meramaikan koleksi museum wayang ini.
Lokas i: Jl. Pintu Besar Utara, No.27, Kel. Pinangsia, Kec. Taman Sari, Jakarta Barat.
Jam buka : Selasa – Minggu, Jam 09.00 – 15.00.
Tarif masuk : Rp 2.000.

3. Museum Seni Rupa dan Keramik
Museum Seni Rupa dan Keramik 
Menempati bangunan bersejarah yang dibangun pada tahun 1870, museum ini mengoleksi berbagai jenis karya seni rupa seperti lukisan dan patung karya seniman Indonesia ternama. Selain itu, museum ini juga mengoleksi berbagai jenis keramik dari penjuru nusantara dan mancanegara, termasuk juga keramik tua sejak zaman Majapahit.
Lokasi : Jl. Pos Kota No.2, Kel. Pinangsia, Kec. Taman Sari, Jakarta Barat.
Jam buka : Selasa – Minggu, Jam 09.00 – 15.00.
Tarif masuk : Rp 2.000.

4. Museum Bank Indonesia
Museum Bank Indonesia 
Dikemas secara modern, museum ini memaparkan sejarah Bank Indonesia dan sejarah perbankan di Indonesia sejak zaman penjajahan dulu. Di museum ini juga tersimpan koleksi seluruh uang kertas dan uang logam yang pernah diterbitkan di Indonesia sejak zaman kemerdekaan, ditambah juga terdapat koleksi berbagai mata uang asing.
Lokasi : Jl. Pintu Besar Utara, No.3, Kel. Pinangsia, Kec. Taman Sari, Jakarta Barat.
Jam buka : Selasa – Jumat, Jam 08.00 – 15.30, Sabtu – Minggu, Jam 08.00 – 16.00.
Tarif masuk : Gratis.

5. Museum Bank Mandiri
Museum Bank Mandiri 
Menempati gedung bekas perusahaan Belanda dan terletak tepat di seberang Stasiun Kota, museum ini menyajikan secara lengkap sejarah Bank Mandiri dan mengoleksi alat-alat yang berhubungan perbankan yang digunakan sejak zaman dahulu hingga era 1990-an seperti kalkulator, mesin hitung uang, sertifikat cek, mesin ATM, brankas, dan lain-lain.
Lokasi : Jl. Pintu Besar Utara, No.1, Kel. Pinangsia, Kec. Taman Sari, Jakarta Barat.
Jam buka : Selasa – Minggu, Jam 09.00 – 16.00.
Tarif masuk : Rp 2.000, gratis bagi pelajar dan nasabah Bank Mandiri.

6. Museum Gedung Arsip Nasional
Museum Arsip Nasional 
Terletak tak jauh dari Halte Trans Jakarta Mangga Besar, gedung ini dulunya dijadikan tempat menyimpan arsip-arsip pemerintah sebelum dijadikan museum. Museum ini menyimpan berbagai perabotan zaman Belanda dan peta-peta zaman Belanda. Terdapat pula dokumentasi dan bekas peninggalan gedung sebelum direnovasi. Ruangan atas museum ini, tempat perabotan tersimpan biasanya terkunci, namun bisa dimasuki dengan izin penjaga museum.
Lokasi : Jl. Gajah Mada, No.111, Kel. Krukut, Kec. Taman Sari, Jakarta Barat.
Jam buka : Selasa – Minggu, Jam 09.00 – 17.00.
Tarif masuk : Gratis.

7. Museum Tekstil
Museum Tekstil 
Meskipun terletak tak jauh dari Pasar Tanah Abang, museum ini seringkali luput dari perhatian karena keberadaannya yang tidak mencolok. Sesuai namanya, museum ini memamerkan koleksi berbagai jenis kain/tekstil dan juga peralatan membuat kain. Masih dalam kompleks museum, terdapat galeri khusus di bagian samping yang memamerkan berbagai jenis koleksi batik dari berbagai daerah di Indonesia. Terdapat pula taman yang menanam berbagai jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai pewarna alami tekstil.
Lokasi : Jl. KS Tubun No.2-4, Kel. Kota Bambu, Kec. Palmerah, Jakarta Barat, Telp.021-5606613.
Jam buka : Selasa – Minggu, Jam 09.00 – 15.00.
Tarif masuk : Rp 2.000.

8. Museum Tragedi 12 Mei
Museum Tragedi 12 Mei 
Museum yang berada di kompleks Universitas Trisakti ini memamerkan foto-foto peristiwa Tragedi 12 Mei 1998 serta beberapa barang peninggalan korban tragedi tersebut. Museum ini biasanya ditutup, namun dapat dikunjungi dengan mendatangi pihak Humas Universitas Trisakti yang berada di lantai 4, di gedung yang sama untuk dibukakan pintu museum.
Lokasi : Gedung Dr. Sjarif Thajeb (Gedung M) Universitas Trisakti, Jl. Kyai Tapa / Jl. S. Parman, Kel. Tomang, Kec. Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Jam buka : Senin – Jumat, Jam 08.00 – 15.00 (dengan menemui Humas Univ.Trisakti).
Tarif masuk : Gratis.

9. Bentara Budaya Jakarta
Museum Bentara Budaya Jakarta 
Didirikan tahun 1985 dan diresmikan pada bulan September 1986. Instansi Pengelola adalah PT. Kompas Media Nusantara, dengan status kepemilikan swasta.
Sejarah Berdirinya berawal dari pimpinan KKG (Kelompok Kompas Gramedia) yang
mengoleksi banyak benda seni, lukisan, keramik, patung dll. Setelah banyak muncul ideuntuk membuat gedng khusus untuk menyimpan benda-benda asset seni tersebut, ternyata tidak hanya untuk menyimpan benda tetapi muncul ide untuk merangkut budaya dan seni yang ada dalam masyarakat dan berlanjut dengan perkembangan acara seni dan budaya yang lebih luas.
Lokasi : Jl. Palmerah Selatan No.17, Jakarta Barat, Telpon (021) 5483008 Ext. 7910-13
Jam Buka : Setiap Hari, Jam 08.00 – 17.00 (Kecuali Hari Besar / Libur)
Tarif masuk : Gratis


MUSEUM DI JAKARTA UTARA

1. Museum Bahari
Museum Bahari 
Menempati bangunan bekas gudang pada zaman Belanda, museum ini menyimpan ratusan koleksi yang berhubungan tentang kelautan, seperti berbagai model perahu / kapal serta alat-alat pelayaran seperti, jangkar, navigasi, dan lain-lain, hingga koleksi model ikan atau binatang laut.
Lokasi : Jl. Pasar Ikan, No.1, Kel. Penjaringan, Kec. Penjaringan, Jakarta Utara.
Jam buka : Selasa – Minggu, Jam 09.00 – 15.00.
Tarif masuk : Rp 2.000.

2. Museum Pulau Onrust
Museum Onrust 
Bangunan bekas merupakan rumah dokter ini merupakan satu-satunya bangunan di Pulau Onrust yang masih berdiri utuh. Di museum ini disajikan sejarah dan perkembangan Pulau Onrust, serta mengoleksi benda-benda arkeologi seperti pecahan keramik, pecahan kaca, jangkar, dan berbagai peninggalan Belanda lainnya.
Lokasi : Pulau Onrust, Kel. Pulau Untung Jawa, Kec. Kepulauan Seribu Selatan, Jakarta Utara.
Jam buka : Selasa – Minggu, Jam 09.00 – 15.00.
Tarif masuk : Rp 2.000.

MUSEUM DI JAKARTA SELATAN

1. Museum Satria Mandala
Museum Satriamandala 
Diresmikan pada 5 Oktober 1972. Menempati bekas rumah milik Ibu Fatmawati Soekarno, museum ini menyajikan segala hal yang berbau TNI, terutama Angkatan Darat, antara lain puluhan diorama sepak terjang TNI, ratusan senjata, bintang tanda jasa dan pangkat, tokoh-tokoh dari TNI yang berjasa, dan juga berbagai kendaraan tempur yang digunakan TNI.
Lokasi : Jl. Jend. Gatot Subroto No.14, Kel. Kuningan Barat, Kec. Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Telpon 5227545, 5227946, 52251795.
Jam buka : Selasa – Minggu, Jam 09.00 – 14.00.
Tarif masuk : Rp 3.000.

2. Museum Waspada Purbawisesa
Museum Waspada Purbawisesa 
Menempati satu gedung tersendiri namun masih merada di dalam kompleks Museum Satria Mandala, museum ini menyajikan diorama tentang pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), dari pembentukannya hingga penumpasannya, dan juga benda-benda peninggalannya.
Lokasi : Jl. Jend. Gatot Subroto No.16, Kel. Kuningan Barat, Kec. Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Jam buka : Selasa – Minggu, Jam 09.00 – 15.00.
Tarif masuk : Rp 3.000.

3. Museum Korps Marinir
Museum Korps Marinir 
Berada tak jauh dari pusat perbelanjaan Mal Cilandak, museum ini menyajikan segala hal mengenai Korps Marinir, seperti sejarah, peralatan kapal dan kendaraan tempur, lambang-lambang termasuk panji-panji, foto dan dokumentasi sepak terjang Korps Marinir, foto-foto tokoh Korps Marinir, dan lain-lain.
Lokasi : Kompleks Brigade Infanteri-2 Marinir, Jl. Cilandak KKO Raya, Kel. Cilandak Timur, Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Jam buka : Senin – Jumat, Jam 08.00 – 15.30.
Tarif masuk : Gratis.

4. Museum POLRI
Museum POLRI 
Berada dalam kompleks Mabes Polri, museum ini mengulas segalanya tentang Kepolisian RI, mulai dari sejarah, para pemimpin, organisasi, koleksi peralatan, hingga sepak terjang polisi dalam menjaga keamanan di bumi Indonesia.
Lokasi : Jl. Trunojoyo, No.1, Kel. Selong, Kec. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Jam buka : Selasa – Minggu, Jam 09.00 – 16.00.
Tarif masuk : Gratis.

5. Museum Basoeki Abdullah
Museum Basoeki Abdullah 
Museum ini merupakan bekas rumah pribadi milik Basoeki Abdullah, seorang pelukis ternama. Museum ini menyimpan berbagai koleksi lukisan karya Basoeki Abdullah, selain itu juga menyajikan kisah hidup serta barang-barang pribadi peninggalan Basoeki Abdullah.
Lokasi : Jl. Keuangan Raya No.19, Kel. Cilandak Barat, Kec. Cilandak, Jakarta Selatan.
Jam buka : Selasa – Kamis, Jam 08.30 – 15.30, Jumat, Jam 08.30 – 11.00, Sabtu – Minggu, Jam 08.30 – 12.00.
Tarif masuk : Rp.2.000.

6. Museum Harry Darsono
Museum Harry Darsono 
Museum ini merupakan museum eksklusif milik pribadi perancang Harry Darsono. Oleh karena itu, jangan kaget jika sang pemilik memasang tarif kunjungan yang mahal. Di museum ini dipamerkan berbagai busana dan aksesoris karya Harry Darsono. Berbeda pula dengan museum lainnya, museum ini hanya dapat dikunjungi dengan membuat reservasi terlebih dahulu, dengan pengunjung berupa rombongan minimal 12 orang dan maksimal 18 orang.
Lokasi : Jl. Cilandak Tengah, Kel. Cilandak Barat, Kec. Cilandak, Jakarta Selatan, Telpon (021) 7668553, 7668554, E-mail.: hdc71@cbn.net.id
Jam buka : Senin – Jumat, Jam 10.00 – 12.30 dan 14.00 – 16.30 (hanya dengan reservasi / perjanjian).
Tarif masuk : Rp 850.000.

7. Museum Al-Quran PTIQ
Museum Alquran PTIQ 
Museum mini yang menempati salah satu ruangan di kampus PTIQ ini mengoleksi berbagai jenis buku ataupun mushaf Al-Qur’an, terbentang dari abad ke-15 yang masih ditulis tangan hingga masa kini yang dicetak, termasuk cetakan dengan huruf Braille. Bukan hanya dari nusantara, museum ini juga mengoleksi Al-Qur’an dari berbagai negara, terutama dari kawasan Timur Tengah.
Lokasi : Institut Perguruan Tinggi Ilmu Qur’an, Jl. Batan I (Jl. Lebak Bulus Raya), Kel. Lebak Bulus, Kec. Cilandak, Jakarta Selatan.
Jam buka : Senin – Jumat, Jam 08.00 – 14.00.
Tarif masuk : Gratis.

8. Museum Reksa Artha
Museum Reksa Artha 
Dari luar, museum yang berlokasi tak jauh dari Rumah Sakit Fatmawati ini tampak seperti gudang tua. Di dalamnya, museum milik Perum Peruri ini mengisahkan sejarah pencetakan Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) dan menyimpan mesin-mesin yang digunakan untuk mencetak uang pada zaman dahulu, serta koleksi berbagai uang kertas yang pernah berlaku di Indonesia sejak kemerdekaan hingga Orde Baru. Karena sangat sepi pengunjung, museum ini seringkali ditutup. Untuk mengunjunginya, bisa mencari penjaganya yang biasa ada di lapangan futsal tak jauh dari museum, atau bisa dengan menghubungi / menelepon pemandu dari Perum Peruri untuk membuat perjanjian kunjungan.
Lokasi : Jl. Lebak Bulus I, Kel. Cilandak Barat, Kec. Cilandak, Jakarta Selatan. Telpon (021) 72159467, 72159468, atau 0813-80047889.
Jam buka : Selasa & Kamis, Jam 09.00 – 15.00.
Tarif masuk : Gratis atau sumbangan sukarela.

9. Museum Layang-Layang Indonesia
Museum Layang-Layang 
Museum milik swasta ini mengoleksi ratusan jenis layang-layang dari berbagai daerah di Indonesia hingga yang berasal dari mancanegara, dari layang-layang tradisional hingga modern. Museum ini juga bisa mengajar pegunjung membuat layang-layang. Di sisi lain museum ini, dipamerkan pula alat dan pakaian tradisional koleksi pribadi pendiri museum ini.
Lokasi : Jl. H. Kamang, Kel. Pondok Labu, Kec. Cilandak, Jakarta Selatan.
Jam buka : Setiap hari, Jam 09.00 – 17.00.
Tarif masuk : Rp 10.000 (sudah termasuk menonton video, pemandu, dan membuat layang-layang).

13. Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa
Museum Arsip Nasional RI 
Indonesia mempunyai berbagai macam sejarah di masa lampau. Seperti perjuangan di era orde lama dan baru dan lainnya. Penggalan sejarah tersebut didokumentasikan dalam bentuk arsip, buku dan masih banyak lagi bentuk dokumentasinya. Apabila anda ingin mengetahui dan mempelajari arsip dan dokumentasi tersebut secara jelas dan mendalam, anda bisa datang ke Arsip Nasional Republik Indonesia atau yang dikenal dengan ANRI. Museum ini sudah berdiri sejak tahun 1978.
Di museum ini terdapat perpustakaan. Buku-bukunya pun berbagai macam pilihan. Seperti buku Politik, HAM, Sosiologi, Ensiklopedia, Geografi, Kamus dan masih banyak jenis buku lainnya. Yang menarik, di museum ini juga terdapat Diorama, yaitu patung-patung tentang tokoh perjuangan bangsa Indonesia. Ruangan Diorama ini buka dari hari Senin – Jumat mulai pukul 08.30-15.30. Anda dapat mengunjungi tanpa dikenakan biaya. Salah satu contohnya adalah patung Presiden RI pertama Ir. Soekarno, Wakil Presiden Moh. Hatta, dan juga tokoh pahlawan seperti Panglima Jendral Sudirman.
Lokasi : Jl. Ampera Raya, Jakarta Selatan, Jakarta 12560

14. Yuz Museum
Museum Yuz Museum 
Museum ini cukup unik karena terdapat di dalam pusat perbelanjaan. Selain itu, museum milik swasta ini tidak mengoleksi barang, namun hanya memamerkan secara temporer serta memberi pengetahuan akan karya-karya seni (umumnya lukisan) dari para seniman internasional ternama. Biasanya, setiap sesi pameran berlangsung selama 3–4 bulan dengan masa jeda antar pameran (tutup) selama 1–2 bulan.
Lokasi : Darmawangsa Square, Jl. Darmawangsa VI / Jl. Darmawangsa IX, Kel. Pulo, Kec. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Jam buka : Setiap hari, Jam 10.00 – 20.00 (tutup jika tidak ada pameran).
Tarif masuk : Gratis.

MUSEUM DI JAKARTA TIMUR

1. Museum Pengkhianatan PKI (Komunis)
Museum Penghianatan PKI 
Museum ini berisikan puluhan diorama mengenai berbagai pemberontakan, kejahatan, serta aksi-aksi yang dilakukan atau didalangi oleh Partai Komunis Indonesia (PKI), hingga diorama tentang penumpasan PKI.
Lokasi : Kawasan Monumen Pancasila Sakti, Jl. Raya Pondok Gede, Kel. Lubang Buaya, Kec. Cipayung, Jakarta Timur.

2. Museum Paseban / Museum Diaroma (Monumen Pancasila Sakti)
Museum Paseban Pancasila Sakti 
Berada di samping Museum Pengkhianatan PKI (Komunis), museum berisikan beberapa diorama dan koleksi barang-barang pribadi peninggalan para Pahlawan Revolusi, termasuk pakaian yang mereka kenakan (yang masih terdapat noda darah) ketika diculik dan dibunuh.
Lokasi : Kawasan Monumen Pancasila Sakti, Jl. Raya Pondok Gede, Kel. Lubang Buaya, Kec. Cipayung, Jakarta Timur.
Jam buka : Setiap hari, Jam 08.00 – 16.00.
Tarif masuk : Rp 2.500.

3. Museum Pencak Silat
Museum Pencak Silat 
Museum ini menyajikan informasi sejarah pencak silat beserta penyebarannya. Museum ini juga mengoleksi senjata yang digunakan dalam pencak silat seperti keris, tombak, parang dan lainnya.
Lokasi : Padepokan Pencak Silat Indonesia, Jl. Taman Mini 1, Kel. Pinang Ranti, Kec. Makasar, Jakarta Timur.
Jam buka : Senin – Jumat, Jam 09.00 – 15.00.
Tarif masuk : Gratis.

4. Museum Purna Bhakti Pertiwi
Museum TMII - Purna Bhakti 
Diprakarsai oleh Ibu Tien Soeharto, museum yang bangunannya berbentuk tumpeng, yang terletak tepat sebelum pintu gerbang masuk utama TMII ini berisikan berbagai koleksi cendera mata yang diterima Presiden Soeharto dari berbagai pemimpin negara sahabat, juga koleksi sejarah perjuangan dan pengabdian Soeharto bagi Indonesia seperti foto-foto dan bintang penghargaan yang ia terima.
Lokasi : Jl. Pintu 1 TMII, Kel. Pinang Ranti, Kec. Makasar, Jakarta Timur.
Jam buka : Selasa – Minggu, Jam 09.00 – 16.00.
Tarif masuk : Rp 5.000.

*) Museum – Museum Yang Berada di Area TAMAN MINI INDONESIA INDAH, Jakarta Timur.
Taman Mini “Indonesia Indah” (TMII) merupakan kawasan wisata edukasi sekaligus rekreasi yang dibangun atas prakarsa Ibu Tien Soeharto. Sebagai wahana edukasi, terdapat belasan museum yang dibangun di dalam kawasan ini. Berikut di bawah ini ialah museum-museum yang berada di kawasan TMII.
Lokasi : Kel. Setu, Kec. Cipayung, Jakarta Timur.
Jam buka : Setiap hari, Jam 07.00 – 19.00.
Tarif masuk : Rp 9.000.

a. Museum Indonesia
Museum TMII - Indonesia 
Dengan bangunan berasitektur khas Bali, museum ini menyajikan ragam budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke, berupa pakaian adat, alat musik, upacara adat, dan lain-lain.
Jam buka : Selasa – Minggu, Jam 09.00 – 17.00.
Tarif masuk : Rp 5.000.

b. Museum Keprajuritan Indonesia
Museum TMII - Prajurit 
Dengan bangunan berbentuk benteng, museum ini menyajikan berbagai diorama perang dalam sejarah Indonesia dalam melawan VOC atau Belanda. Museum ini juga menyajikan replika panji-panji, senjata, dan juga pakaian prajurit pada zaman dahulu.
Jam buka : Selasa – Minggu, Jam 09.00 – 16.00.
Tarif masuk : Rp 2.500.

c. Museum Pusaka
Museum TMII - Pusaka 
Berlokasi di sisi selatan TMII, museum dengan hiasan atap berupa keris ini mengoleksi berbagai jenis benda pusaka yang umumnya berbentuk senjata, seperti keris, pedang, dan tombak.
Jam buka : Selasa – Minggu, Jam 09.00 – 16.00.
Tarif masuk : Rp 5.000.

d. Museum Istiqlal
Museum TMII - Istiqlal 
Berada tepat sebelum pintu keluar di gerbang utama TMII, museum ini mengoleksi berbagai mushaf Al-Qur’an dari berbagai daerah dan berbagai zaman. Di museum ini juga disajikan berbagai benda-benda budaya dan kerajinan tradisional yang bernapaskan Islam.
Jam buka : Setiap hari, Jam 09.00 – 16.00.
Tarif masuk : Gratis.

e. Museum Telekomunikasi
Museum TMII - Telekom 
Museum yang didirikan oleh Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Soesilo Soedarman ini menyajikan sejarah dan perkembangan alat-alat telekomunikasi, dari alat telekomunikasi tradisional seperti pentungan, kemudian telepon, hingga sistem satelit.
Jam buka : Selasa – Minggu, Jam 08.00 – 16.00.
Tarif masuk : Rp 2.000.

f. Museum Penerangan
Museum TMII - Penerangan 
Terletak di sisi utara TMII, dekat dengan Pintu 2, museum yang berbentuk bintang ini mengoleksi barang-barang mengenai sejarah penerangan, seperti foto, media massa, alat cetak, kamera, televisi, dan radio pada zaman dahulu. Museum ini juga menyajikan diorama yang menggambarkan kegiatan penerangan hingga ke pelosok desa.
Jam buka : Setiap hari, Jam 08.00 – 16.00.
Tarif masuk : Gratis.

g. Museum Transportasi
Museum TMII - Transportasi 
Museum milik Kementerian Perhubungan ini menyajikan sejarah perkembangan alat-alat transportasi, serta memamerkan berbagai jenis alat transportasi, dari alat transportasi tradisional hingga yang modern, baik di darat, laut, maupun udara. Di antara koleksinya, terdapat kereta api kepresidenan yang digunakan Presiden Soekarno dahulu.
Jam buka : Selasa – Minggu, Jam 09.00 – 16.00.
Tarif masuk : Rp 2.000.

h. Museum Listrik dan Energi Baru
Museum TMII - Listrik 
Dengan desain bangunan berbentuk struktur atom, museum gagasan Menteri Pertambangan dan Energi Ginandjar Kartasasmita ini menyajikan sejarah perkembangan serta berbagai peragaan yang berhubungan dengan ketenagalistrikan dan energi baru, seperti replika reaktor nuklir, maket pembangkit listrik, dan lain-lain.
Jam buka : Setiap hari, Jam 08.00 – 16.00.
Tarif masuk : Rp 5.000.

i. Museum Minyak dan Gas Bumi, “Graha Widya Patra”
Museum TMII - Minyak 
Museum ini terletak di ujung timur TMII dengan bangunan menyerupai tangki minyak. Museum ini menyajikan sejarah industri perminyakan, proses terbentuknya minyak dan gas bumi, hingga proses dan teknologi eksplorasi dan pemanfaatan hasil minyak dan gas bumi.
Jam buka : Selasa – Minggu, Jam 09.00 – 16.00.
Tarif masuk : Rp 2.000.

j. Museum Perangko Indonesia
Museum TMII - Prangko 
Berada di samping Museum Komodo, museum gagasan Ibu Tien Soeharto ini mengoleksi berbagai jenis prangko yang pernah diterbitkan di Indonesia dan juga prangko terbitan luar negeri. Museum ini juga menyajikan tentang sejarah prangko, kegiatan filateli, proses pembuatan prangko, dan lain-lain.
Jam buka : Selasa – Minggu, Jam 09.00 – 16.00.
Tarif masuk : Rp 2.000.

k. Museum Olah Raga Nasional
Museum TMII - Olahraga 
Museum yang gedungnya berbentuk bola ini memamerkan segala hal tentang sejarah dan perkembangan olahraga di Indonesia, termasuk pula benda-benda yang digunakan dalam berbagai olahraga, baik yang tradisional maupun yang modern.
Jam buka : Selasa – Minggu, Jam 09.00 – 16.00.
Tarif masuk : Rp 2.000.

l. Museum Taman Anggrek
Museum TMII - Taman Anggrek 
Tempatnya yang strategis di sebelah Tamini Square di kawasan Jakarta Timur membuat Anda tak akan kesulitan menuju kesini. Untuk tiket masuk, Anda cukup membayar Rp. 1.000 saja per orang. Begitu murah bukan? Lahan parkirnya pun cukup luas. Begitu masuk, Anda akan menemukan berbagai jenis anggrek di halaman depan dalam gedung. Museum ini buka tiap hari dari jam 08.00-15.00 WIB. Museum Taman Anggrek Indonesia Permai ini telah diresmikan tanggal 20 April 1993. Ada 20-an penjual bunga Anggrek disini. Rata-rata mereka berjualan di kavling yang halamannya cukup luas.

m. Museum Serangga dan Taman Kupu
Museum TMII - Serangga 
Terletak di samping Taman Akuarium Air Tawar, museum ini mengoleksi ratusan jenis serangga yang telah diawetkan, dari nyamuk hingga berbagai jenis kumbang.
Jam buka : Setiap hari, Jam 09.00 – 17.00.
Tarif masuk : Rp 15.000 (karcis Taman Akuarium Air Tawar dan Museum Serangga dan Taman Kupu dijual satu paket,)

n. Museum Taman Akuarium Air Tawar
Museum TMII - Akuarium Air Tawar 
Museum ini merupakan museum mini yang terletak di dalam Taman Akuarium Air Tawar. Di dalam museum ini terdapat beberapa spesies ikan yang diawetkan, juga terdapat beberapa jenis ikan hidup yang memiliki cacat fisik sehingga berbentuk unik.

o. Museum Fauna Indonesia “Komodo” dan Taman Reptilia
Museum TMII - Fauna Komodo 
Dengan bangunan menyerupai bentuk komodo, museum ini memiliki koleksi replika berbagai jenis fauna dari berbagai habitat yang ada di Indonesia, seperti harimau, beruang, kerbau, berbagai jenis burung, dan lain-lain. Replika-replika tersebut disajikan sesuai ukuran asli fauna bersangkutan.
Jam buka : Selasa – Minggu, Jam 09.00 – 16.00.
Tarif masuk : Rp 10.000 (satu paket dengan Taman Reptilia).

p. Museum Asmat
Museum TMII - Asmat 
Museum ini agak terpencil dibandingkan museum lain di TMII karena lokasinya yang berada di ujung dalam kawasan Taman Bunga Keong Emas, sehingga sering luput dari perhatian pengunjung. Museum ini mengoleksi berbagai kebudayaan dari Suku Asmat di Papua, seperti pakaian adat, kerajinan tangan, alat musik, alat upacara, dan sebagainya.
Jam buka : Setiap hari, Jam 08.00 – 16.00.
Tarif masuk : Rp 5.000 (satu paket dengan Taman Bunga Keong Emas).

q. Museum Timor Timur
Museum TMII - Timor Timur 
Dahulunya, museum dengan bentuk rumah adat Timor Timur ini dibangun sebagai anjungan daerah. Namun seiring kemerdekaan Timor-Leste, status anjungan daerah pun berubah menjadi museum. Dalam museum ini disimpan berbagai kebudayaan khas Timor Timur seperti pakaian adat, hasil seni, alat-alat tradisional, foto, dan lain-lain. Pintu museum ini seringkali dikunci karena sepinya pengunjung, namun tetap bisa dikunjungi dengan meminta penjaga museum yang berada tak jauh dari bangunan utamanya untuk membukakan pintunya.
Jam buka : Selasa – Minggu, Jam 09.00 – 16.00.
Tarif masuk : Gratis.


NB: Jadwal kunjungan dan harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu.

More about → Info Letak, Waktu Kunjungan, dan Harga Tiket Museum-museum di Jakarta